Sabtu, 31 Maret 2012

Resume Pertemuan 5

Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang benar, jelas, dan mempunyai makna yang mudah dipahami oleh pembaca secara tepat.

Ciri-ciri kalimat efektif, yaitu :
- Kesepadanan/ kepaduan struktur (koherensi)
   1. Mempunyai struktur yang jelas
          - Kepada setiap pengendara mobil di Surabaya harus memiliki surat izin mengemudi.
             Subyek tidak jelas.
          - Tentang kelangkaan pupuk mendapat keterangan para petani. 
             Unsur S-P-O tidak berkaitan erat
           Seharusnya :
           - Setiap pengendara mobil di Surabaya harus memiliki surat izin mengemudi
           - Para petani mendapat keterangan tentang kelangkaan pupuk
    2. Tidak terdapat subjek ganda.
           - Soal itu saya tidak jelas.
           - Itu rumah dia beli kemarin.
    3. Predikat tidak didahului oleh kata yang.
           - Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu.
           - Kota Sendai yang terletak di prefektur Miyagi.


- Keparalelan/ kesejajaran bentuk
  • Keparalelan atau kesejajaran bentuk adalah terdapatnya unsur-unsur yang sama derajatnya, sama pola atau susunan kata dan frasa yang dipakai di dalam kalimat.
  • Bila bentuk pertama menggunakan nomina, bentuk kedua dan seterusnya juga harus menggunakan nomina.
  • Demikian pula bila menggunakan bentuk-bentuk lain.
     Contoh :
  1. Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah pengecatan tembok, memasang lampu, uji sistem pembagian air, dan menata ruang.
  2. Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara wajar
  3. Petugas perpustakaan itu melakukan kegiatan menulis, melapor, dan menagihkan uang iuran anggota.
  4. Konsep pembangunan bangsa disarankan untuk melakukan perubahan secara mendasar
- Ketegasan/ penekanan makna
  • Merupakan perlakuan khusus pada kata tertentu dalam kalimat sehingga berpengaruh terhadap makna kalimat secara keseluruhan.
     Ada beberapa cara penekanan dalam kalimat:
          1. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu pada awal kalimat
          2. Melakukan pengulangan (repetisi)
          3. Melakukan pengontrasan/pertentangan kata kunci
          4. Menggunakan partikel Penegas
          5. Membuat urutan kata yang bertahap Kehematan kata

- Kehematan kata


  • Kehematan adalah upaya menghindari pemakaian kata yang dianggap tidak perlu, sejauh tidak menyalahi kaidah tata bahasa agar kata menjadi padat berisi.

     Dapat dilakukan dengan cara:
     - Menghilangkan pengulangan subyek

  • Karena ia tak diundang, dia tidak datang ke tempat itu seharusnya karena tak diundang, dia tidak datang ke tempat itu.

     - Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata


  • Mira adalah gadis yang memakai baju warna merah seharusnya Mira adalah gadis yang memakai baju merah


     - Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat

  • Jangan naik ke atas karena licin seharusnya Jangan naik karena licin.

     - Kehematan dengan tidak menjamakkan kata yang sudah jamak

  • Para tamu-tamu telah hadir seharusnya para tamu telah hadir.

     - Penggunaan kata depan dari dan daripada
            Dari menunjukkan arah (tempat) dan asal (asal usul)
            Daripada berfungsi untuk membandingkan sesuatu.

- Kesatuan gagasan

  • Kesatuan gagasan adalah terdapatnya satu ide pokok dalam sebuah kalimat.
      Contoh :
      Lambatnya pertumbuhan ekonomi karena politik indonesia.

- Kelogisan bahasa


  • Kelogisan adalah terdapatnya arti kalimat yang logis/masuk.
      Contoh :
      Karena lama tinggal di asrama putra, anaknya semua laki-laki.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar