Pilihan Kata/ Diksi
Diksi yaitu penggunaan kata dalam berbagai kesempatan harus memperhitungkan ketepatan dan kesesuaiannya.
Tepat : makna, logika, maksud
Sesuai : konteks sosial
Mengapa diksi diperlukan ?
- Karena, pilihan kata yang tidak tepat dapat menyebabkan ketidakefektifan bahasa dan mengganggu kejelasan informasi yang disampaikan.
Fungsi diksi, yaitu :
- Melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal
- Membentuk gaya ekspresi yang tepat, sehingga dapat diterima dengan tepat oleh pembaca
Syarat ketepatan pemilihan kata, yaitu :
- Makna denotatif dan konotatif
- Makna denotatif adalah kata yang rujukannya tunggal atau makna kata yang sebenarnya, makna yang tidak memberikan peluang pada pembaca untuk memberikan makna tambahan. Contohnya : Wajahnya cantik - menunjukkan paras/rupa, Segitiga - menunjukkan bentuk segitiga
- Makna konotatif adalah makna yang mengandung asosiasi-asosiasi tambahan, makna yang tidak sebenarnya. Contohnya : Gol yang cantik - bola yang menggelinding dan sangat susah untuk ditebak oleh kiper, Wajah berbentuk segitiga - tidak runcing di ujung sisi-sisinya. Hanya jika ditarik garis lurus akan terlihat seperti segitiga
- Kata umum dan kata khusus
- Kata umum/subordinat : acuannya lebih luas. Contoh : Ikan bermacam-macam jenis ikan
- Kata khusus/hiponim : acuannya lebih khusus. Contoh : lele, tuna nama jenis ikan
- Semakin luas ruang lingkup suatu kata, maka makin umum sifatnya. Makin umum suatu kata, makin terbuka kemungkinan salah dalam pemaknaannya. Misal : berjalan pelan, lebih umum dibanding berjalan perlahan-lahan
- Kata konkret dan kata abstrak
- Kata konkret : kata yang mudah diserap oleh pancaindra. Contoh : meja, rumah, air, cantik, hangat, wangi, suara
- Kata Abstrak: Tidak mudah diserap oleh pancaindra. Contoh : keinginan, angan-angan, perdamaian, kebahagiaan
- Pemakaian kata penghubung berpasangan
- antara …. dan …
- tidak …, tetapi …
- baik ….maupun …..
- bukan …, melainkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar